Thursday, February 26, 2009

Osteoporosis Tak Hanya Milik Lansia

conectique.com

Saat ini osteoporosis tidak hanya menyerang para lansia tetapi juga mereka yang berusia muda. Pola hidup yang tidak sehat ditengarai sebagai salah satu pemicu penyebabnya. 

Osteoporosis merupakan penyakit yang ditandai oleh berkurangnya massa dan mineral tulang sehingga menyebabkan kondisi tulang menjadi rapuh, keropos dan mudah patah.

Diperkirakan selama hidupnya perempuan akan kehilangan massa tulang 30%-50%, sementara laki-laki hanya 20%-30%.

Perempuan yang menjalani pola hidup sehat sejak usia 0–35 tahun, memiliki simpanan massa tulang lebih banyak daripada massa tulang yang diserap tubuhnya. Namun saat mulai memasuki usia 35 tahun, pengambilan massa tulang menjadi lebih sering, sementara penyimpanan massa tulang tetap sama. 

Pada usia ini, kepadatan tulang perempuan menyusut 0,5%-1% setiap tahunnya dan semakin menyusut 2%-3% saat memasuki masa menopause yang berlangsung selama 10 tahun masa awal menopause. Tapi tidak semua perempuan menopause akan mengalami osteoporosis. Kepadatan tulang, faktor nutrisi dan aktivitas fisik sangat berpengaruh.

Mengapa bisa terjadi pengeroposan tulang?

Tulang merupakan organ yang selalu mengalami pembaruan (remodeling). Proses pembaruan dimulai dengan proses penyerapan massa tulang (resorpsi) dan dilanjutkan proses pengisian kembali celah pada tulang (formasi). 

Seiring bertambahnya usia, proses tersebut akan mengalami perubahan. Proses resorpsi berjalan berlebihan tanpa diikuti proses formasi yang cukup, akibatnya tulang menjadi tipis dan rapuh.

Kurangnya asupan kalsium serta jarang melakukan aktivitas fisik juga dapat membuat kepadatan (densitas) tulang menjadi rendah sehingga terjadi osteoporosis.

Gejala Osteoporosis

Pada stadium awal osteoporosis tidak memberikan gejala yang nyata. Namun bila Anda merasa nyeri di bagian punggung bagian bawah atau mungkin mengalami pemendekan tinggi badan, Anda perlu mencurigainya. Tulang punggung yang lemah membuat tubuh mudah terjatuh dan rentan akan retak yang biasanya terjadi pada bagian leher, pangkal paha, tulang punggung dan sekitar pergelangan tangan.

Gejala ini akan mudah menyerang, bila Anda jarang berolahraga, kebiasaan merokok dan minum alkohol, berat badan di bawah normal atau kurang gizi, obesitas, menggunakan obat antitiroid berlebihan, menkonsumsi obat-obatan steroid dalam waktu lama, mengalami menopause Iebih cepat (praecox) dan memiliki riwayat osteoporosis dalam keluarga.

Cara Mencegah Osteoporosis

Cara ampuh untuk mengatasi osteoporosis adalah dengan memaksimalkan kepadatan tulang saat usia masih muda. 

  • Mengkonsumsi Kalsium, Sembilan puluh persen kalsium tersimpan dalam tulang dan gigi, sementara sisanya tersebar di dalam darah dan jaringan lunak. Orang dewasa perlu makanan yang kaya kalsium sekitar 1.000-2.000 mg perhari. Diantaranya terkandung dalam susu, youghurt, keju, ikan salmon dan brokoli. Satu gelas susu mengandung sekitar 300 mg kalsium.
  • Olahraga secara rutin, Olahraga sangat ampuh untuk menanggulangi osteopeni (penipisan tulang) maupun osteoporosis (keropos tulang). Lakukan olahraga pembebanan secara teratur seperti jalan kaki, bersepeda, jogging, dansa, tenis,badminton atau naik turun tangga. Bagi penderita osteoporosis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berolahraga : Hindari membawa beban di depan badan karena dapat membebani tulang punggung yang akan menyebabkan patah tulang, hindari latihan otot perut, seperti Sit – up karena dapat menyebabkan kompresi fraktur dan Hindari latihan yang melibatkan tulang punggung, seperti membongkok ke depan dari posisi duduk atau berdiri.
  • Berjemur di bawah sinar matahari pagi, Paparan sinar matahari pagi antara pukul 06.00–09.00, merupakan sumber vitamin D. Berjemurlah sekurang-kurangnya 10 menit, tanpa dilindungi tabir surya maupun pakaian lengan panjang, agar pembentukan vitamin D tidak terhalang.
  • Konsumsi suplemen kalsium, Jika Anda berisiko terkena osteoporosis, dokter akan memberikan tablet kalsium. Namun kalsium bisa berbahaya pada kondisi tertentu, karena itu konsultasikan pada dokter sebelum mengkonsumsi suplemen kalsium dosis tinggi. 

No comments:

Post a Comment